Tuesday, December 29, 2015

DARA JELITA LEMBAH LATUPPA


Indahlah sungguh pesona alam, mengalir sungai dilembah yang hijau, beriring dara jelita tertawa riang membersih badan dibawah pancuran, dibawah lembah air terjun latuppa yang sangatlah indah dan menawan.

Cantik, laksana bidadari dari kahyangan, yang berlenggok gemulai menyusuri perkebunan coklat yang indah dan permai, 
Indah, seindah pesona lembah latuppa yang tiada terbandingkan, yang berselimut kabut laksana negeri dibumi khayangan.

Bulan melingkar menerang malam, merebah sayap sayap kelelawar berpesta rambutan, bermandi cahaya dara jelita diatas jembatan sungai, yang tiada lepas aku pandang, yang telah membuat hatiku sangatlah tertawan.

Bersama kita bernikmat malam berbincang panen coklat juga durian, dingin menyengat menusuk tulang dan engkaupun berhangat dalam pangkuan.

Lihatlah rembulan diatas sana menebar cahaya mengukir cinta, ia begitu indah, seindah urai rambutmu yang kusisir dengan jemariku, cahayanya sungguh menyejuk hati, seperti rupamu seperti cintamu yang slalu bersemayam dalam sanubariku.

Namun cinta tiadalah harus sempurna, sayap sayap cinta haruslah menjadi patah, jejak langkahku haruslah kembali mengelana, karena tugas yang kurengkuh usailah sudah. Maafkan.....

Kukenang dirimu dalam diary hatiku dan kuhias rupamu dengan bingkai cinta, walau akhirnya aku menyadari bahwa cinta ini tiadalah harus memiliki, namun akan slalu ada senandung cinta dari satu hati yang telah menepi, yaitu dirimu yang slalu aku
- S A Y A N G I -