Saturday, April 21, 2018

DIARY BIRU KENANGANKU

Ketika sebuah kenangan telah bersimpul erat dijemari persahabatan, kiranya segumpal hati lirih telah terobati, menoreh tinta rindu dari masa indah yang lama membeku dan membuai hasrat bahagia dari jiwa yang terlunta diperihnya tamparan cita cita.

Semula telah kurelakan selamanya cintaku merunduk dalam kesedihan, asalkan langit cintamu tiada menjadi gelap dalam pijaran bintang bintang, namun nyatanya digema reuni hatiku tiada mampu mengunci, bahwa masih ada ruang teduh untuk menantimu kembali.

Friday, March 30, 2018

CINTA YANG TERLARANG

Mengapa pertarungan bathinku tiada juga terhenti disaat kudengar berita bahwa engkau tiada bahagia dalam berkasih, sedang rajutan sayang yang bersimpul keindahan, kini telah pupus terhunus oleh runcingnya tombak keangkuhan dari insan yang ditetuakan.

Bukan aku tiada rela dikala kata sepaham dari tetua telah memecah harapan, bukan pula aku tiada sudi untuk melihatmu bahagia dalam berkasih, namun impian yang terpenggal telah membuat hatiku terkunci dan terpasung dalam kepedihan.

Sunday, March 11, 2018

JALAN MESRA CINTA KITA

Ketika diresah hati engkau biarkah diriku berpangku dalam sepi, hanya debu debu kerisauan telah mengotori sayap kerinduan, sehingga hujan rindu yang yang membanjiri ruang kalbu, hanya menitik airmata dimalam bisu.

Andai saja cinta kita dapat terengkuh sampai dipenghujung usia, niscaya tiada mungkin segumpal hati akan berduka, sehingga aku yang berlayar diatas perahu kerinduan, kiranya hanya mampu mendekap bisu disenyum bayangan.

Wednesday, February 21, 2018

CINTAKU TERSESAT DIBELANTARA RINDU

Ketika harapan manis telah bersandar diujung keris, menikam gumpalan sayang yang melambung kepuncak harapan, sehingga masa indah seketika sirna, manakala dilentik senyum rembulan, engkau biarkan aku terlelap dalam kedukaan.

Adakah bumi lain yang lebih indah dari cintaku, sehingga dengan tiada badai cintamu merubah haluan, sedang aku disini menanti rindu dengan tiada kepastian, sehingga aku yang telah terbuai dengan irama dusta yang engkau mainkan, kiranya tiada menyadari akan tajamnya duri cintamu yang menusuk hati.

Saturday, February 17, 2018

SELALAMAT jALAN PAPA

Ketika detak nadi tiada lagi berpacu, terhenti aliran darah, terkubur harapan jiwa, hanya hembusan dingin dari raga terbaring, yang terbujur lemah dengan tiada lagi mampu berkata.

Mataku belumlah puas menyinta, jiwaku belumlah puas menyayang, namun mengapa dengan tiada mengucap sepatah kata diriku engkau tinggalkan, sehingga dimusim dingin yang tiada bersalju, kiranya telah membuat jiwaku terlelap dalam impian semu.

Tuesday, January 16, 2018

SEREKAH MAWAR DALAM PELUKAN

Ketika angin malam berbisik, rebahku tiada menimang ketenangan, hanya resah hati yang membara, mengusik jiwa yang terbakar gelora, dari kenangan masa silam yang masih terbayang dalam ingatan, namun tersisir perih oleh takdir mimpi yang bersimpuh dipersimpangan kasih.

Maka bukanlah karena ketidak berdayaan, lalu hati yang lemah meronta dan mengais kasih sayang, ataupun gejolak muda remaja yang ingin merobek mencakar bahtera, namun keperkasaan cintalah yang kiranya telah meruntuhkan dinding kasih, hingga jendela hati yang terkunci, kiranya telah poranda diterpa badai asmara.

Wednesday, November 29, 2017

CINTA SUCI PENJELAJAH BAHARI

Ketika kapal bersandar telah lepas tali pengekang, kulihat seraut wajah polos yang gemulai telah tergurat kesedihan, sehingga pancaran kasih seketika mengerut ngeri, manakala lentik jemari melambai bersambut cerobong asap menjerit selamat tinggal.

Kubentang layar bukanlah karena ingin terbang, namun abdiku sebagai anak negeri kurela pergi asalkan sejengkal bahari tiada tercurangi, kuarungi lautan bukanlah untuk menantang murkanya gelombang, namun untuk senyum bahtera kasih yang abadi, aku rela pedih walau harus terasing keujung negeri.

Sehingga laksana ganasnya hiu pemangsa, kapalku melaju menerkam murka samudra, menerjang badai mencakar gelombang dan membenam resah membara, manakala api rindu tiada henti membakar jiwa.