Thursday, 9 November 2017

BUAH DARI CINTAKU

Tiada hasratku untuk merantai akan kebebasan yang engkau inginkan, bukan pula membatasi dirimu untuk berkawan, karena masa muda bukanlah hanya untuk mencari senang, yang hanya berfoya dan tertawa sampai tiba ujung malam.

Busungkan dadamu, hingga bila ada badai yang menerpa, engkau tiada terhanyut dalam derita.
Teguhkan imanmu, hingga langit yang engkau pijak, tiada membuatmu melayang dalam kesombongan, karena ada harapan yang akan éngkau gapai, harapan yang teramat suci untuk dirimu, keluargamu dan juga negaramu.

Gapailah harapku setinggi citamu, dan janganlah gugur sebelum waktu. Mungkin raga ini akan sangatlah letih, namun jangan biarkan jiwaku menjadi perih, karena kelak kau akan berpijak dengan kakimu sendiri, namun segala do'a dan harapku, akan slalu mengiring langkahmu, dalam mendaki tangga peruntunganmu.

Aku tiada berharap akan segala balasan, namun senyumanmu akanlah menjadi kebanggaan, kini ragaku akan menyusut dan rapuh, namun jangan kau buat harapanku runtuh.

Maafkan bila disepanjang usia, aku tiada dapat membuatmu menjadi sempurna. Namun raga dan jiwa tiada akan pernah lelah, menjadi payung untuk teduhmu, dari teriknya cahaya, yang akan membakar peruntungan hidupmu didunia.

Engkaulah belahan dari jiwa, yang menjadi buah dari sucinya cinta, hingga aku dapat merasa, dengan apa yang bergejolak didada, dan janganlah kau simpan derita, bila tiada ingin aku menitikkan

- A I R M A T A -